15 April 2023 – 17:00 – Maroko
©
Maroko telah memperoleh perangkat lunak mata-mata baru bernama QuaDream, mirip dengan perangkat lunak Pegasus Israel, untuk memata-matai jurnalis dan tokoh politik di beberapa negara.
Citizen Lab, sebuah laboratorium penelitian Kanada, melaporkan bahwa Quadream dikembangkan oleh sebuah perusahaan Israel yang dipimpin oleh seorang mantan perwira militer dan mantan anggota NSO Group Israel, pembuat Pegasus. Sejauh ini, lima orang di seluruh dunia telah menjadi sasaran perangkat lunak tersebut, menurut Citizen Lab. Organisasi yang berspesialisasi dalam keamanan dunia maya itu mengatakan para korban adalah jurnalis, tokoh oposisi, dan anggota sebuah LSM.
Baca Juga: Pegasus: Eropa Curiga Maroko Memata-matai Pedro Sanchez
QuaDream dapat merekam panggilan telepon, mengambil gambar, dan mencari file dari perangkat yang diinstal. Citizen Lab menemukan server di sepuluh negara yang menerima data dari perangkat korban, termasuk Israel, Singapura, Meksiko, Uni Emirat Arab, dan Bulgaria. Negara-negara seperti Singapura, Arab Saudi, Meksiko, Ghana, Indonesia, dan Maroko termasuk di antara pembeli perangkat lunak mata-mata baru tersebut, kata agensi tersebut.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China