Berita Noos••rata-rata
Ratu Máxima mengakhiri hari pertama kunjungan kerjanya ke Indonesia. Ia mengunjungi kantor PBB di ibu kota, Jakarta. Sebagai advokat khusus untuk Organisasi Rakyat Internasional, Ratu berbicara di sana tentang kemungkinan bagi petani untuk mendapatkan pembiayaan.
Hari ini Maxima mengunjungi Provinsi Lampung, pulau tetangga Sumatera. Di sana, sekitar tiga perempat petani tidak memiliki akses terhadap layanan keuangan. Para petani menerima bantuan dari Vasham, yang berkomitmen untuk meningkatkan hasil panen dan membantu mendapatkan harga yang lebih baik.
Dalam pertemuan di kantor PBB, Ratu membahas bagaimana perusahaan lain seperti Vasham dapat membantu petani Indonesia meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Vasham bekerja dengan pemberi pinjaman mikro. Pelopor kredit mikro lainnya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2006, namun saat ini sistem kredit mikro juga mendapat kecaman.
Karena kecilnya pinjaman, diperlukan staf yang relatif banyak untuk menentukan kelayakan kredit peminjam. Selain itu, tampaknya uang yang dipinjamkan kepada masyarakat miskin tidak selalu dapat dikembalikan.
-
Polisi Nasional Afghanistan
Ratu Máxima saat berkunjung ke Vasham -
Polisi Nasional Afghanistan
-
Polisi Nasional Afghanistan
-
Polisi Nasional Afghanistan
Maxima mengunjungi pemilik peternakan kecil di provinsi Lampung

Zahra Amelia adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Zahra menghadirkan laporan serta cerita yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi pembaca Balicitizen.com.





Berita Lainnya
Visi Asia 2021 – Masa Depan dan Negara Berkembang
Ketenangan yang aneh menyelimuti penangkapan mantan penduduk Delft di Indonesia – seorang jurnalis kriminal
Avans+ ingin memulihkan jutaan dolar akibat kegagalan pelatihan dengan pelajar Indonesia