BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Mengungkap rahasia Mars kuno melalui formaldehida

Mengungkap rahasia Mars kuno melalui formaldehida

Para peneliti dari Universitas Tohoku berpendapat bahwa bahan organik yang ditemukan di Mars mungkin berasal dari formaldehida di atmosfer, sehingga menunjukkan bahwa atmosfer awal planet tersebut mungkin mendukung pembentukan biomolekul yang diperlukan untuk kehidupan. Kredit: SciTechDaily.com

Hasil baru menunjukkan MarsAtmosfer purba, yang kaya akan formaldehida, mungkin mendukung terciptanya bahan organik yang penting bagi kehidupan, sehingga menyoroti potensi planet ini untuk dapat dihuni di masa lalu.

Bahan organik yang ditemukan di Mars mungkin berasal dari formaldehida di atmosfer, menurut penelitian baru, menandai langkah maju dalam pemahaman kita tentang kemungkinan adanya kehidupan masa lalu di planet merah tersebut.

Para ilmuwan dari Universitas Tohoku menyelidiki apakah kondisi atmosfer awal di Mars berpotensi meningkatkan pembentukan biomolekul – senyawa organik yang penting untuk proses biologis. Temuan mereka, dipublikasikan di Laporan ilmiahmemberikan wawasan menarik tentang kemungkinan Mars menyimpan kehidupan di masa lalu.

Masa lalu Mars yang layak huni

Mars saat ini merupakan lingkungan yang keras yang ditandai dengan kekeringan dan dingin ekstrem, namun bukti geologis menunjukkan masa lalu yang lebih ramah. Sekitar 3,8 hingga 3,6 miliar tahun yang lalu, planet ini mungkin memiliki iklim sedang, yang dibantu oleh sifat pemanasan dari gas seperti hidrogen. Dalam lingkungan seperti itu, Mars mungkin memiliki air cair, yang merupakan unsur penting bagi kehidupan yang kita kenal.

Pembentukan formaldehida di atmosfer hangat Mars kuno

Diagram yang menunjukkan pembentukan formaldehida (H2CO) di atmosfer hangat Mars purba dan transformasinya menjadi molekul penting bagi kehidupan di lautan. Kredit: Shungo Koyama

Peran formaldehida

Para peneliti menyelidiki apakah formaldehida bisa terbentuk di lingkungan awal Mars. Formaldehida adalah senyawa organik sederhana yang memainkan peran penting sebagai prekursor pembentukan biomolekul penting melalui proses kimia atau fisik murni. Biomolekul ini, mis Asam amino Dan gula, berfungsi sebagai bahan penyusun protein dan RNAKomponen penting dalam kehidupan.

READ  Pasar puing-puing orbital yang sedang berkembang

Dengan menggunakan model komputer canggih, tim mensimulasikan kemungkinan komposisi atmosfer Mars awal untuk mengeksplorasi kemungkinan produksi formaldehida. Model ini dibangun dengan asumsi bahwa atmosfer kaya akan karbon dioksida, hidrogen, dan karbon monoksida. Simulasi mereka menunjukkan bahwa atmosfer Mars kuno menyediakan pasokan formaldehida secara terus-menerus yang kemungkinan besar akan mengarah pada pembentukan berbagai senyawa organik. Hal ini meningkatkan kemungkinan menarik bahwa bahan organik yang terdeteksi di Mars mungkin berasal dari sumber atmosfer, terutama selama dua periode geologi tertua di planet tersebut.

Wawasan tentang Mars kuno dan penelitian masa depan

“Penelitian kami memberikan wawasan penting tentang proses kimia yang mungkin terjadi di Mars kuno, dan memberikan petunjuk berharga tentang kemungkinan adanya kehidupan masa lalu di planet ini,” kata Shungo Koyama, penulis utama studi tersebut. Dengan mengungkap adanya kondisi yang menguntungkan bagi pembentukan biomolekul, penelitian ini memperluas pemahaman kita tentang kemampuan kuno planet ini dalam menopang kehidupan.

Selanjutnya, tim berencana menganalisis data geologi yang dikumpulkan NASAPenjelajah Mars, dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang bahan organik yang ada di awal sejarah planet ini. Dengan membandingkan prediksi isotop karbon formaldehida kuno dengan data dari sampel Mars, mereka berharap mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang proses yang membentuk kimia organik planet ini.

Referensi: “Produksi formaldehida atmosfer di Mars awal yang mengarah pada kemungkinan pembentukan molekul penting secara biologis” oleh Shungo Koyama, Arihiro Kamada, Yoshihiro Furukawa, Naoki Terada, Yuki Nakamura, Tatsuya Yoshida, Takeshi Kuroda, dan Anne-Karin Vandalee, 9 Februari 2024 . Laporan ilmiah.
doi: 10.1038/s41598-024-52718-9