Selama puluhan tahun, perempuan yang ingin berdinas di militer Indonesia harus perawan. Militer sekarang sedang menyelesaikan tes keperawanan yang kontroversial.
Di Indonesia, tes ini dikenal sebagai tes dua jari: dokter memasukkan dua jari ke dalam vagina wanita untuk melihat apakah perawannya masih utuh. Jika tidak, perekrut tidak akan diizinkan untuk bergabung dengan tentara. Penolakan tes menyebabkan pengecualian.
Anindi (anonim) menolak tes 23 tahun lalu. “Saya tidak mau ketahuan tanpa izin saya. Jadi saya suruh dokter berhenti, saya bilang saya sudah tidak perawan. Saya menghentikannya karena saya takut dia tahu saya sudah tidak perawan lagi, tapi di proses aku malu. . ”
Angkatan Darat Indonesia Sekarang mengatakan Hentikan tes. “Perubahan ini akan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan,” kata Alim Kiptia, Komisioner Komnas Perempuan. “Tidak adil bagi wanita untuk membuktikan ‘moralitas’ mereka melalui tes keperawanan. Lagi pula, pada pria, itu tidak dapat diverifikasi dengan tes, bukan?”
Bron (nen): Pembela
Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China