Pada April tahun lalu, NASA memutuskan untuk menawarkan kontrak hanya kepada SpaceX untuk membangun pendarat bulan. Nilai kontraknya adalah $2,9 miliar. Blue Origin dan Dynetics, yang juga menawar kontrak, jatuh di pinggir jalan.
Ide awal NASA adalah memilih dua perusahaan yang bisa mengembangkan pendarat bulan. Pada akhirnya, organisasi datang dengan satu tip untuk memotong biaya. Namun awal tahun ini, ternyata NASA masih mencari perusahaan untuk membangun pendarat bulan kedua.
Perusahaan memiliki waktu hingga 15 November untuk mengajukan proposal. NASA akan membuat keputusan pada Mei 2023 tentang perusahaan mana yang akan membangun pendarat bulan kedua.
NASA berencana untuk mengembalikan astronot Amerika ke bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun pada tahun 2025. “Kami berharap dapat melihat dua perusahaan yang dipimpin NASA dapat dengan aman menempatkan astronot di bulan,” kata manajer program Lisa Watson Morgan sebelumnya.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0