Museum di Den Haag akan menjadi tuan rumah Pameran Sofiahof tentang Kolonialisasi Belanda di Hindia Belanda / Indonesia. Pameran Sekali Tanah – Kolonialisme, Generasi, Cerita bisa dikunjungi selama bertahun-tahun.
“Menggunakan delapan cerita keluarga, pameran ini menunjukkan sejarah kolonialisme yang kompleks dan seringkali menyakitkan dan dampak berkelanjutan dari kolonialisme pada masyarakat kita,” kata museum. Pameran dimulai di masa sekarang dan kami melihat lebih banyak di komunitas dari masa kolonial.
Pameran yang dibuka akhir tahun ini merupakan proyek bersama Indy Memorial Center dan Museum Sejarah Maluku. Remco Robben (Profesor Sejarah Kolonial dan Kolonial dan Sejarah Budaya di Amsterdam dan Profesor Associate di Departemen Hubungan Internasional di Utrecht) dan Fr ட d ஸ்ட s Steezlan (Profesor Migrasi dan Budaya Maluku di Amsterdam dan Royal Institute of Linguistics).
Saat ini, sekitar dua juta orang tinggal di Belanda dengan hubungan khusus dengan bekas Kepulauan Timur Belanda, kata Sofiahoff.
Dikeluarkan oleh ANP

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China