Berita Noos•
Satelit iklim Belanda diluncurkan sebagian di AS tadi malam. Satelit bernama Earthcare bisa melihat awan. Hal ini memberi ahli meteorologi gambaran yang lebih baik tentang pengaruh awan terhadap iklim. Ini adalah proyek Badan Antariksa Eropa (ESA) di bawah kepemimpinan ilmiah KNMI.
Peneliti iklim Geert Jan van Zadelhoff dari KNMI “sangat senang” ketika dia melihat tadi malam bahwa satelit tersebut berada di tempat yang tepat, 401 kilometer di atas Bumi.
Van Zadelhoff telah mengerjakan proyek ini selama enam belas tahun dan masih dalam ketegangan setelah peluncurannya. “Kemudian Anda harus membuka semua panel surya dan Anda harus melihat apakah ada listrik. Saat itu sekitar jam satu siang. Saat itulah kami tahu bahwa kami punya misi.”
Menurut peneliti iklim, misi ini berkisar pada pengukuran awan, partikel udara, pantulan sinar matahari, dan radiasi termal. “Yang ingin kami ketahui adalah bagaimana mereka berinteraksi, karena hal ini menciptakan banyak ketidakpastian dalam prediksi kami mengenai perubahan iklim.”
Penelitian awan
Peneliti iklim sudah mengetahui pengaruh awan tinggi (efek pemanasan) dan awan rendah (efek pendinginan) terhadap iklim. “Ini adalah dua ekstrem,” kata Van Zadelhoff. “Tetapi semua awan di antaranya bisa jatuh ke satu arah atau lainnya. Jadi efek seperti ini perlu dipelajari lebih baik.”
Dunia mengharapkan hasil pertama dalam sembilan bulan. “Tetapi memperbaiki model iklim akan memakan waktu beberapa tahun.”

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0