BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Peluncuran satelit iklim yang mengamati awan 400 kilometer di atas Bumi

Peluncuran satelit iklim yang mengamati awan 400 kilometer di atas Bumi

Berita Noos

Satelit iklim Belanda diluncurkan sebagian di AS tadi malam. Satelit bernama Earthcare bisa melihat awan. Hal ini memberi ahli meteorologi gambaran yang lebih baik tentang pengaruh awan terhadap iklim. Ini adalah proyek Badan Antariksa Eropa (ESA) di bawah kepemimpinan ilmiah KNMI.

Peneliti iklim Geert Jan van Zadelhoff dari KNMI “sangat senang” ketika dia melihat tadi malam bahwa satelit tersebut berada di tempat yang tepat, 401 kilometer di atas Bumi.

Van Zadelhoff telah mengerjakan proyek ini selama enam belas tahun dan masih dalam ketegangan setelah peluncurannya. “Kemudian Anda harus membuka semua panel surya dan Anda harus melihat apakah ada listrik. Saat itu sekitar jam satu siang. Saat itulah kami tahu bahwa kami punya misi.”

Menurut peneliti iklim, misi ini berkisar pada pengukuran awan, partikel udara, pantulan sinar matahari, dan radiasi termal. “Yang ingin kami ketahui adalah bagaimana mereka berinteraksi, karena hal ini menciptakan banyak ketidakpastian dalam prediksi kami mengenai perubahan iklim.”

Penelitian awan

Peneliti iklim sudah mengetahui pengaruh awan tinggi (efek pemanasan) dan awan rendah (efek pendinginan) terhadap iklim. “Ini adalah dua ekstrem,” kata Van Zadelhoff. “Tetapi semua awan di antaranya bisa jatuh ke satu arah atau lainnya. Jadi efek seperti ini perlu dipelajari lebih baik.”

Dunia mengharapkan hasil pertama dalam sembilan bulan. “Tetapi memperbaiki model iklim akan memakan waktu beberapa tahun.”

READ  Wawancara dengan Nicola Kellner, CEO The Ordinary