BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pendaratan KLM 777 yang tidak direncanakan memiliki 'bau'

Pendaratan KLM 777 yang tidak direncanakan memiliki 'bau'

Sebuah KLM Boeing 777-300 melakukan pendaratan tak terjadwal di Bandara Mumbai (India) Rabu lalu karena tangki toilet penuh.

Mesin tersebut, dengan registrasi PH-BVW, lepas landas dari Polderbahn (18R/36L) menuju Singapura pada Rabu malam pukul 22:20, satu setengah jam lebih lambat dari yang direncanakan. KLM menggabungkan penerbangan harian ke Singapura dengan Denpasar, Indonesia. Pesawat 777 meninggalkan wilayah udara Eropa melalui Jerman, Republik Ceko, Slovakia, Hongaria, Rumania, Georgia, dan Azerbaijan. Pesawat kemudian terbang melintasi Turkmenistan dan Irak sebelum memasuki wilayah udara India.

Karena tangki toilet penuh, KLM 777 melakukan pendaratan tidak terencana di Mumbai © Flightradar24.com

Tangki toilet penuh

Toilet di sana tampaknya untuk sementara rusak. Salah satu penumpang mengatakan hal ini terjadi karena tangki toilet di Boeing 777 penuh AV Herald. Ada spekulasi di media sosial bahwa tangki-tangki di Schiphol belum (sepenuhnya) dikosongkan dan air minum bersih belum diisi ulang. Di India, pilot dilaporkan memutuskan untuk melakukan pendaratan tidak terencana di bandara Mumbai, tempat KLM terbang beberapa kali dalam seminggu dengan penerbangan lain, KL877. Sebelum 777 diselaraskan, bahan bakar dibuang untuk menciptakan bobot pendaratan yang diinginkan agar pendaratan aman. Terakhir, pesawat terbang menyusuri landasan ke arah barat.

Keterlambatan karena pendaratan yang tidak direncanakan

Tank-tank tersebut dikosongkan di bandara Mumbai. Pesawat 777 seharusnya tetap berada di darat selama dua jam. Akhirnya pesawat melanjutkan penerbangan menuju Singapura. Anda akan sampai di sana dengan penundaan kurang dari empat jam. Penerbangan berikutnya ke Denpasar dan Schiphol juga terkena dampaknya.

READ  "Badan intelijen Eropa memperingatkan tindakan sabotase kekerasan Rusia"