BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Penduduk Paris memberikan suara dalam referendum untuk menyewa skuter listrik

Penduduk Paris memberikan suara dalam referendum untuk menyewa skuter listrik

Berita NOS

Warga Paris dapat memilih hari ini dalam referendum untuk menyewa skuter listrik. Sepeda motor sepi, cepat dan murah untuk disewa, tetapi banyak kecelakaan terjadi dengannya. Administrasi ibu kota Prancis ingin menyingkirkan skuter.

Sejak tadi pagi antrean panjang di depan TPS. Mereka yang berhak memilih dapat berpartisipasi dalam referendum. Penduduk Paris yang berasal dari negara UE lainnya juga diperbolehkan memilih.

Skuter listrik diperkenalkan di Paris lima tahun lalu, mirip dengan persewaan sepeda dan mobil bersama. Skuter sekarang disukai oleh warga Paris yang tidak memiliki sepeda atau mobil sendiri, dan lebih suka tidak naik metro atau bus. Skuter ini sangat populer di kalangan anak muda Paris dan turis yang dapat dengan mudah mengunjungi tempat-tempat menarik. Rata-rata, lebih banyak skuter digunakan di Paris daripada di kota Eropa lainnya.

Kecelakaan lalu lintas

Tetapi ribuan skuter sewaan dapat menyebabkan situasi lalu lintas yang berbahaya. Misalnya, tidak semua turis tahu cara bermanuver dengan aman melewati kota padat seperti Paris. Ratusan kecelakaan telah terjadi. Tahun lalu di Paris, 27 orang tewas dalam kecelakaan sepeda motor, dan 459 orang luka-luka.

Skuter juga menjadi duri bagi banyak warga, karena diparkir di mana-mana di jalan. Walikota Hidalgo ingin mereka keluar dari jalanan sebelum Olimpiade Musim Panas diadakan di sana tahun depan.

hari ini adalah hari libur

Menurut wakil walikota yang membidangi transportasi itu, keuntungannya tidak sebanding dengan kerugiannya. Dia mengatakan sepeda motor lebih berbahaya bagi lingkungan daripada berjalan kaki, bersepeda atau angkutan umum. Itu juga berjalan sangat cepat dan tidak cocok untuk kota yang sibuk, padat penduduk dan bersejarah seperti Paris. Selain itu, transportasi akan membuat pengguna jalan lain seperti lansia dan penyandang disabilitas merasa tidak aman.

READ  Di Mesir, influencer wanita masih dilarang, bahkan setelah hukuman lebih sedikit daripada bintang TikTok

Tiga perusahaan di belakang skuter berharap warga memilih melestarikan transportasi, sehingga bebas digunakan hari ini. Di satu sisi, dewan kota berharap warga memberikan suara menentang skuter tersebut. Namun, walikota berjanji untuk mematuhi referendum terlepas dari hasilnya.

Hasil referendum diharapkan malam ini.