Toulouse – Sebuah tim pemerintah/industri Jerman melakukan peluncuran udara pertama drone Airbus Do-DT25 dalam penerbangan dengan pesawat Airbus A400M Atlas sebagai bagian dari pengembangan Future Combat Air System (FCAS) Perancis/Jerman/Spanyol.
Drone Do-DT25 ini diluncurkan menghadap ke depan dari rel melalui pintu belakang Luftwaffe A400M.
Selama pengujian, penampil dikendalikan oleh operator di A400M saat sedang meluncur dan mesin sedang bekerja. Setelah itu, kendali dialihkan ke stasiun bumi di pegunungan Todendorf di pantai Laut Baltik. Hal ini kemudian mengakibatkan drone mendarat dengan selamat.
Tim yang melakukan pengujian terdiri dari karyawan Bundeswehr, Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt (DLR), Airbus dan perusahaan lokal SFL dan Geradts, dengan dukungan dari agen pengadaan BAAINBw.
A400M diharapkan bertindak sebagai “kapal induk”, meluncurkan hingga 12 UAV berat atau 50 UAV kecil untuk melengkapi pesawat berawak. Meskipun dirancang untuk otomatisasi tingkat tinggi, tetap di bawah kendali operator

Zahra Amelia adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu terkini yang berdampak pada kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Zahra menghadirkan laporan serta cerita yang relevan, menarik, dan bermanfaat bagi pembaca Balicitizen.com.


Berita Lainnya
Visi Asia 2021 – Masa Depan dan Negara Berkembang
Ketenangan yang aneh menyelimuti penangkapan mantan penduduk Delft di Indonesia – seorang jurnalis kriminal
Avans+ ingin memulihkan jutaan dolar akibat kegagalan pelatihan dengan pelajar Indonesia