Jaksa Prancis mengatakan pria Prancis yang dituduh menembak tiga orang di Paris itu mengaku memiliki xenofobia “patologis”. Pria itu juga melukai tiga orang lainnya di sebuah pusat kebudayaan Kurdi pada hari Jumat. Dia dipindahkan ke rumah sakit jiwa polisi pada hari Sabtu.
Tersangka awalnya mengatakan dia ingin membunuh orang di pinggiran utara Paris Seine-Saint-Denis, tempat banyak imigran tinggal. Tapi karena tidak ada cukup orang di jalan sana, dia memutuskan untuk pergi ke sebuah lingkungan di ibukota dimana banyak orang Kurdi tinggal.
Pria itu menyatakan bahwa dia depresi dan ingin bunuh diri. Menurut jaksa penuntut, dia berniat bunuh diri setelah serangan itu. Xenofobianya dikatakan akibat perampokan di rumahnya pada tahun 2016. Dia dikenal oleh polisi. Media Prancis melaporkan bahwa dia menyerang sebuah kamp migran dengan pedang tahun lalu.
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin mengatakan sebelumnya bahwa pelaku “jelas ingin menyerang orang asing” dan Presiden Emmanuel Macron melaporkan pada hari Jumat bahwa komunitas Kurdi menjadi sasaran serangan mengerikan itu. Walikota Anne Hidalgo mengumumkan melalui Twitter bahwa pria itu adalah seorang aktivis sayap kanan.
Komunitas Kurdi sangat marah dengan serangan itu dan merasa bahwa dinas keamanan Prancis tidak berbuat banyak untuk mencegahnya. Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi pada hari Jumat dan Sabtu. 31 petugas dan aktivis terluka, dan 11 orang ditangkap.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark