Petugas penyelamat berhasil membebaskan satu orang dari tambang tembaga ilegal yang runtuh di Zambia pada hari Rabu. Dua jenazah juga ditemukan. Jumat lalu, tiga bagian tambang ambruk akibat hujan deras. Akibatnya, puluhan penambang terjebak.
Menurut pihak berwenang setempat, korban pertama yang diselamatkan adalah seorang pria berusia 49 tahun. Dia dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.
Belum diketahui secara pasti berapa banyak orang yang terjebak di tambang Sicili dekat Chingola. Belum ada izin untuk bekerja di tambang tersebut, sehingga tidak ada pengawasan.
Pada hari Senin, sejumlah besar keluarga datang untuk melaporkan siapa yang akan berada di lokasi tersebut. Sebelumnya pada hari Rabu, beberapa nama lagi ditambahkan, sehingga pihak berwenang kini berasumsi setidaknya 38 orang ditahan.
Presiden Hakainde Hichilema dan Menteri Pertambangan Elisha Matambo menyatakan harapannya agar para penambang masih hidup. Pekerjaan penyelamatan masih berlangsung. Petugas penyelamat menerima bantuan dari militer dan perusahaan pertambangan.
-
Video Indiase werkers na weken gered uit ingestorte tunnel

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.


Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark