Di Israel, puluhan ribu orang kembali berdemonstrasi di beberapa kota pada Sabtu malam menentang reformasi hukum pemerintahan Benjamin Netanyahu. Menurut perkiraan saluran TV Saluran 13 Lebih dari 100.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi utama yang berlangsung di pusat Tel Aviv.
Selama 37 minggu, warga Israel turun ke jalan berbondong-bondong pada Sabtu malam untuk berdemonstrasi menentang rencana pemerintah untuk membatasi kekuasaan Mahkamah Agung. Pemerintah ingin melepaskan hakim senior dari kekuasaan untuk menyatakan undang-undang dan tindakan pemerintah ilegal dan dengan demikian melarang mereka. Bahkan, Mahkamah Agung akan menjadi subyek politik. Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Tiada Demokrasi Tanpa Bagats”, kependekan dari Mahkamah Agung.
Selain Tel Aviv, demonstrasi besar juga terjadi di kota-kota seperti Yerusalem dan Haifa. Setelah demonstrasi resmi, kelompok demonstran berkumpul di depan rumah menteri dan anggota parlemen, sebagai bagian rutin dari protes mingguan.
Akses gratis tanpa batas ke Showbytes? Yang dapat!
Masuk atau buat akun dan jangan pernah melewatkan apa pun dari para bintang.

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark