Pemilik rumah duka tempat 189 jenazah ditemukan dalam kondisi membusuk telah ditangkap bulan lalu. Polisi juga membawa istrinya pergi pada hari Senin. Insiden itu terjadi di negara bagian Colorado, AS.
Pasangan tersebut diduga antara lain melakukan kelalaian dalam menangani jenazah, pencurian, pemalsuan, dan pencucian uang.
Pria tersebut memiliki rumah duka di kota kecil sekitar 100 mil dari ibu kota, Denver. Pemerintah setempat menerima keluhan pada awal Oktober tentang “bau tidak sedap” di dekat pusat tersebut.
Selama penyelidikan, polisi dan FBI tidak hanya menemukan bangunan komersial bobrok, tetapi juga sisa-sisa 115 orang. Polisi membutuhkan waktu hampir dua minggu untuk mengeluarkan semua mayat. Apalagi, ternyata yang disimpan bukan 115 orang meninggal, melainkan 189 orang. Semua sisa-sisa berada dalam kondisi pembusukan tingkat lanjut. Pemiliknya kemudian mengakui ada “masalah” di rumah dukanya. Sheriff setempat berbicara tentang “kondisi yang mengerikan” di gedung tersebut.
Rumah duka telah beroperasi sejak 2017 dan mengiklankan apa yang disebut pemakaman ramah lingkungan. Mumifikasi tubuh dilewati. Ini juga berarti sisa makanan tetap “baik” dalam waktu yang lebih singkat. Rumah duka telah mengalami masalah keuangan selama beberapa waktu.
-
Vrouw in Ecuador blijkt tijdens eigen uitvaart nog te leven

Rangga Kusnadi adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Rangga menghadirkan berita serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.


Berita Lainnya
Foto yang digunakan influencer Belanda untuk menyebarkan propaganda pro-Trump
Ukraina mungkin mengerahkan pesawat F-16 Belanda di Rusia
Anak-anak Jerman meninggal setelah sebuah lubang runtuh di bukit pasir di Denmark