Setidaknya lima puluh orang tewas dalam serangan udara Israel di sebuah kamp pengungsi di Gaza utara pada hari Selasa. Hal ini disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Indonesia, dinamakan demikian karena dibangun atas sumbangan dari Indonesia Al Jazeera. Kementerian Kesehatan yang dipimpin Hamas juga melaporkan bahwa lima puluh orang tewas di daerah tersebut akibat serangan Israel.
Seorang direktur rumah sakit mengatakan sedikitnya 150 orang terluka. Dia mengatakan staf rumah sakit masih menghitung korban. Jadi jumlah korban (berbahaya) mungkin bertambah.
Roket menghantam rumah-rumah di kamp Jabaliya, utara Jalur Gaza. Seorang reporter Al Jazeera di lokasi kejadian menggambarkan situasi tersebut sebagai “pembantaian massal”. Petugas penyelamat berusaha menarik korban keluar dari reruntuhan dengan tangan mereka.
Pembantaian terbaru
Banyak dari korban tewas diyakini berasal dari satu keluarga. “Rumah-rumah runtuh saat masih di dalam,” kata seorang reporter Al Jazeera. Kantor berita AFP melaporkan bahwa pejabat Hamas mengatakan setidaknya dua puluh bangunan hancur dalam serangan itu.
Kepala pertahanan sipil di Gaza utara mengatakan kamp Jabaliya telah “hancur total”. “Ratusan warga tinggal di gedung-gedung ini [Israëlische] Dia mengatakan kepada wartawan di sisi lain Gaza bahwa angkatan udara menghancurkan distrik tersebut dengan enam bom buatan AS. Dia menyebut serangan itu sebagai “pembantaian terbaru yang dilakukan pendudukan Israel”.
Baca selengkapnya
Setidaknya 50 orang tewas dalam serangan udara Israel di kamp pengungsi di Gaza utara

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China