kata Klock NOS sepenuhnya Bahwa dia terbangun dengan pesan bahwa dia tidak harus bermain sepak bola hari ini. Barulah dia mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan Malang. Setelah derby, para penggemar turun ke lapangan dengan perasaan frustrasi. Polisi menggunakan gas air mata. Setidaknya 125 orang tewas dalam kesengsaraan tersebut.
“Di Indonesia, risikonya sangat besar di dua derby terbesar ini,” kata Klok, yang menjadi tuan rumah derby tersebut, “Kemarin hanya ada pendukung klub tuan rumah yang berdiri di tribun. Aneh kalau ada yang seperti ini. telah terjadi sejauh ini.” Pada hari Minggu adalah programnya. “Orang-orang tinggal di sini untuk sepak bola. Sisi indah Indonesia juga memiliki sisi hitamnya.”
Klock mengatakan dalam percakapan bahwa dia pernah menonton pertandingan di masa lalu di mana jumlah penonton di tribun lebih banyak daripada kapasitas. Usai duel tersebut, dua orang tewas akibat penindasan.
satu menit hening
Banyak spekulasi di negara Asia mengenai siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Penelitian sedang dilakukan. Sebelum lima laga Liga Inggris putra hari ini, akan dilakukan mengheningkan cipta selama satu menit untuk mengenang para korban bencana stadion di Indonesia. Kedua laga Women's Premier League juga akan diawali dengan mengheningkan cipta selama satu menit.

Dinda Rahmawati adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Dinda menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan pembaca masa kini.

Berita Lainnya
Tenis Anggaran Suci di Indonesia
Reaksi beragam terhadap laporan dekolonisasi di Indonesia
Bagaimana Wiljan Bloem menjadi pemain bintang di Indonesia