Deviation Games, studio pengembangan yang didirikan pada tahun 2020 oleh beberapa mantan pengembang Call of Duty, akan ditutup. Studio tersebut dilaporkan sedang mengerjakan IP baru untuk Sony.
Christy Stoll, Operasi petugas Deviation Games mengumumkan berita tersebut Melalui LinkedIn. Namun tidak disebutkan alasan penutupan tersebut. Belum ada penyebutannya di website Deviation Games.
Deviation Games didirikan pada tahun 2020 oleh Dave Anthony dan Jason Blundell: dua pengembang game yang sebelumnya mengerjakan franchise Call of Duty Activision. Studio pengembangan hilang Pada tahun 2021 Ia telah bermitra dengan Sony Interactive Entertainment untuk menghadirkan yang baru pemikir Properti Untuk mengembangkan untuk Sony. Pada Mei 2023, manajemen puncak perseroan juga mengumumkan restrukturisasi. Lalu ada air terjun Menurut Eurogamer.net Sekitar 90 repetisi.
Pada akhir Februari lalu, Sony Interactive Entertainment mengumumkan akan memberhentikan 8 persen tenaga kerjanya di seluruh dunia yang berjumlah sekitar 900 orang. Studio di London telah ditutup seluruhnya, dan Dutch Guerrilla Games, milik Sony, memberhentikan para pekerjanya. Tidak jelas apakah ada hubungan antara restrukturisasi ini dan penutupan Deviation Games.

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0