Tahun ini, tidak ada jamaah haji dari Indonesia yang akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi untuk ibadah haji yang paling penting, haji. Menteri Agama RI mengumumkan keputusan itu diambil karena wabah korona belum terkendali. Tidak ada tempat di dunia yang ada begitu banyak Muslim yang hidup seperti di Indonesia.
Haji akan dimulai dalam enam minggu, tetapi belum jelas seperti apa bentuknya. Arab Saudi sebelumnya mengatakan bahwa kondisi khusus berlaku, seperti yang terjadi tahun lalu, tetapi rinciannya belum dirilis. Sebelumnya dikatakan bahwa hanya peziarah yang divaksinasi yang diizinkan.
Belum ada alokasi
Arab Saudi telah memutuskan untuk mengizinkan hanya jemaah yang sebelumnya telah divaksinasi atau terinfeksi virus corona untuk melakukan umroh kecil. Banyak negara menunggu keputusan alokasi jemaah haji asing.
Secara umum berlaku maksimal 0,1 persen dari populasi Muslim suatu negara, tetapi tahun ini pasti akan berbeda. Tahun lalu, hanya beberapa ribu jemaah yang ikut haji, semuanya dari Arab Saudi. Pada 2019, tahun sebelum epidemi korona, hampir 2,5 juta Muslim berpartisipasi.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China