2021 adalah tahun perpisahan Lex Immers. Setelah absen promosi dengan NAC Preda, gelandang mengakhiri karirnya yang kaya sebagai pesepakbola profesional. Itu tidak berhasil ke kompetisi internasional untuk tim nasional Belanda, banyak kekecewaan Immers.
Selama waktunya di Feyenoord, ia membentuk pasangan mematikan dengan Graziano Pell, yang terikat dengan Immers Orange. Namun, panggilan itu tidak datang. “Saya merasa seperti saya dekat dengannya,” kata Immers dalam percakapan itu Siaran Barat. “Tetapi saya tidak memiliki pemain kecil seperti Van der Ward, Van Persie dan Snyder di depan saya. Kemudian pada tahun 2013 ada perjalanan ke Indonesia di mana semua pemain besar tidak pergi bersama saya. Saya sangat menantikan pertandingan itu. waktu ketika saya akan mendapatkan panggilan untuk itu.
Namun, itu tidak sampai sejauh itu. Setelah berkeliling Feyenoord, Cardiff City dan Club Brugge, ia kembali ke ADO Den Hawk. Beberapa tahun kemudian ketika ADO berada dalam kesulitan keuangan, Immers terpaksa pergi. “Itu benar-benar memukul saya keras. Tiba-tiba saya harus pergi, saya tidak mau, tapi tidak ada cara lain. Jadi saya tidak pergi melalui pintu depan.”
Immers, yang memainkan total 235 pertandingan dengan seragam ATO, tidak memiliki pertandingan perpisahan. “Sebenarnya, setiap pemain yang melakukan hal seperti ini layak mendapatkan pertandingan perpisahan. Sayang sekali, karena saya berarti bagi klub. Hanya seperti itu, jadi saya tidak kurang tidur,” kata Emers.
Putar videonya
Lihat video sepakbola terbaik di sini
Lebih banyak video

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China