BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Unilever menjual divisi tehnya ke CVC seharga €4,5 miliar | ekonomi

Unilever menjual divisi tehnya kepada investor CVC Capital Partners. Kelompok makanan akan menerima 4,5 miliar euro untuk ini. Cabang teh yang disebut Ekaterra adalah perusahaan teh terbesar di dunia, menurut Unilever, dan menawarkan 34 merek, termasuk nama-nama terkenal seperti Lipton dan Pukka. Omset tahunan Ikatera pada tahun 2020 berjumlah hampir 2 miliar euro.




Kegiatan minum teh India, Nepal, dan Indonesia tidak termasuk dalam barang yang dijual. Kemitraan yang dimiliki Unilever dalam minuman teh siap saji juga dikecualikan dari kesepakatan.

Grup kebersihan dan makan Unilever telah melihat masa depan cabang teh sejak pertengahan tahun lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen mulai mengurangi minum teh dan, misalnya, lebih banyak membuat kopi buatan tangan. Akibatnya, pertumbuhan penjualan merek teh sangat rendah, menurut Alan Job, CEO Unilever. Ia ingin Unilever lebih fokus pada bagian yang tumbuh lebih cepat, seperti kosmetik dan produk perawatan kulit.

Saingan di cakrawala

Segera departemen teh dapat mengandalkan banyak perhatian. Selain CVC, investor Advent International juga telah berlomba untuk mengakuisisi ekaterra selama beberapa waktu. Beberapa investor lain seperti Carlyle, Clayton Dubilier & Rice dan KKR juga dikabarkan berminat.

Ekatera memiliki sebelas pabrik di empat benua. Selain itu, perusahaan memiliki perkebunan teh sendiri di tiga negara.

Unilever mengharapkan penjualan akan selesai pada paruh kedua tahun depan. Sebelumnya, berbagai regulator antara lain masih harus memberikan persetujuan.

READ  De Croo: Vaksinasi wajib adalah kemalasan politik