BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia

Pasar ternak di Indonesia sedang mengalami gangguan akibat mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Penyakit ini sebenarnya banyak menyerang hewan ternak mulai dari sapi dan kerbau hingga domba atau kambing dan tergolong penyakit akut yang disebarkan oleh infeksi virus dan mudah menular. Penyakit ini secara luas dianggap sebagai penyakit ternak yang paling merusak secara ekonomi di dunia.

penyakit mulut dan kuku di Indonesia

PMK pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1887. Wabah terakhir penyakit ini berhasil diberantas pada tahun 1983 melalui program vaksinasi massal. Indonesia dinyatakan bebas PMK hingga 1986. Kasus terakhir ditemukan pada April 2022 di Gresik, Jawa Timur. Dimana sapi menunjukkan gejala klinis nafsu makan menurun, salivasi, timpang dan demam.

Sampai Juli 2022, wabah PMK telah terdeteksi di 20 provinsi dan 227 kabupaten atau kota dengan 31.636 ekor sapi terkena. Diyakini kuat bahwa penyebab wabah adalah impor ternak dari negara-negara yang tidak bebas PMK.

Kerugian ekonomi petani akibat mewabahnya penyakit mulut dan kuku

Meskipun wabah PMK tidak bersifat zoonosis, namun sangat merugikan petani dan berdampak signifikan terhadap mata pencaharian petani dan perekonomian nasional. Harga ternak di daerah wabah penyakit mulut dan kuku turun 20-60 persen.

Namun hal sebaliknya terjadi di wilayah pemasaran seperti Jabodetabek. Harga ternak meningkat dibandingkan tahun lalu; Yang berkisar antara 10 persen hingga 20 persen karena berkurangnya pasokan hewan. Sedangkan kerugian lain bagi peternak adalah penurunan produksi susu sapi. Menurut Ketua Persatuan Peternakan dan Peternak Kerbau Indonesia (PPSKI), saat ini produktivitas sapi perah secara nasional turun hingga 80 persen.

Pengukuran kaki dan mulut

Pemerintah pusat dan daerah sadar akan wabah PMK. Mereka telah mengambil tindakan untuk menahan penyebarannya. Kementerian Pertanian memutuskan membentuk satgas penanganan penyakit mulut dan kuku.

READ  “Berkat kapasitas pemrosesan kami, kami memiliki satu kontainer yang siap per shift”

Pembentukan satgas ini bertujuan untuk memitigasi risiko penyakit, risiko kesehatan hewan, risiko lingkungan dan dampaknya terhadap aspek ekonomi, sosial dan budaya. Pemerintah telah menetapkan total vaksin yang dibutuhkan untuk operasi sekitar 30 juta dosis. Itu harus didistribusikan ke Indonesia.

sumber: Agro-Pesan di Luar Negeri