BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Warga Selandia Baru harus membuka jalan untuk mendapatkan air karena kenaikan permukaan laut yang cepat

‘keberangkatan paksa’

Ini memberi pemerintah pilihan yang sulit: apa yang harus dilindungi, dan ke mana harus mundur? Pertanyaan tentang siapa yang menanggung biayanya juga sensitif secara politik.

Menurut kepala pemerintah daerah Selandia Baru, Stuart Crosby, tidak dapat diterima bahwa tanggung jawab keuangan hanya berada di tangan penduduk atau pemerintah kota yang terkena dampak. Selain itu, menurutnya, pengabaian habitat harus menjadi upaya terakhir. “Penggusuran paksa sangat traumatis bagi warga,” katanya kepada RNZ.

Diperlukan undang-undang baru

Undang-undang baru diperlukan untuk memaksa warga meninggalkan zona bahaya. Ini adalah tantangan politik yang membutuhkan dukungan dari pemerintah dan oposisi, kata Carr. Komisaris Iklim mengatakan: “Kami membutuhkan pemimpin yang kuat, dan masyarakat membutuhkan dukungan mereka dalam membuat keputusan sulit itu. Kami perlu dibimbing oleh sains.”

Menurut pemerintah, beradaptasi dengan konsekuensi perubahan iklim sangat penting. Tetapi pada saat yang sama, Perdana Menteri Ardern telah menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca untuk mencegah kenaikan permukaan laut lebih lanjut.

“Kita seharusnya tidak hanya menerima bahwa permukaan laut akan naik lebih dari yang sebenarnya diharapkan,” kata Ardern dalam menanggapi penelitian tersebut. “Kita semua harus berkontribusi untuk membatasi perubahan iklim sebanyak mungkin.”

READ  Belarus sekali lagi memblokir situs berita independen