Matt Cornell, profesor ilmu sastra di University of Amsterdam (UvA), mengundurkan diri karena merasa cara pendidikan yang dibuka bulan depan tidak bertanggung jawab. “Hanya mereka yang telah divaksinasi lengkap yang boleh masuk kampus,” tulis Cornell dalam edisi Student Magazine Menggagalkan.
Siswa dan guru tidak lagi harus menjaga jarak 1,5 meter sejak awal tahun ajaran. Jumlah mahasiswa yang diizinkan untuk duduk di ruang kuliah pada suatu waktu ditentukan oleh pemerintah. Masker itu wajib di trotoar.
“Seperti banyak perusahaan yang haus keuntungan atau berpura-pura, UVA telah memilih untuk fokus pada apa yang diperbolehkan daripada apa yang bertanggung jawab,” tulis Cornell. Menurutnya, universitas “memperumit cara kabinet ini menangani krisis ini”.
University of Amsterdam menjawab: “Kami menganggap sangat penting untuk kembali ke kampus setelah 1,5 tahun pendidikan online.
Cornell bukanlah dosen universitas pertama yang menentang cara pendidikan tinggi menangani epidemi korona. Pekan lalu Femke Nijbor, seorang dosen di Universitas Twente, berdebat di koran mahasiswa U-Hari ini Hanya mendaftarkan siswa yang divaksinasi di kampus dan di ruang kuliah.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China