Oleh Anneliese Grofsma
Grave – “Satu-satunya pria kulit hitam di Middleburg, tidak ada yang memberitahuku apa pun!” Penulis Carolingen Wieser tertarik pada ayah dari teman masa kecilnya Grace, yang lahir di Indonesia. Dalam ayah Grace, Caroligen Wiser, memperluas kisah keluarga Kamiz.
Ketika Carolyn yang berusia enam tahun pertama kali tiba di rumah teman sekolahnya Grace Gomez, ada seorang pria kulit hitam di ruangan itu: ayah Grace. Karolina tercengang. Bertahun-tahun kemudian dia dan Grace akan mengungkap sejarah keluarga Gomiz. Setelah kematian kedua orang tuanya, Grace menemukan setumpuk surat di bagasi: berita tentang ayahnya yang Indo-Afrika menjadi ibu dari seorang gadis yang sangat muda dari Zeeland. Ayah Grace adalah kisah cinta yang besar, sebuah keluarga muda yang akhirnya harus meninggalkan Indonesia dan menciptakan kembali kehidupan di sebuah rumah di Middleburg yang telah dinyatakan tidak layak huni.
Atas undangan Pemakaman Museum Kota, penulis Carolyn Viser akan menjadi tamu di Perpustakaan Pemakaman pada 22 November pukul 19.30. Kuliah ini berlangsung dalam rangkaian kuliah tentang Hindia Belanda. Tiket oleh https://biblioplus.op-shop.nl/4578/lezing-carolijn-visser-de-vader-van-grace/22-11-2021.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.


Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China