Sabtu malam, 22 Juli, CulturZIEN menyelenggarakan jalan-jalan kota “Kamp Kolonial”. Jalan kaki dimulai pukul 19.30 di depan vila “Head Cowden Hart”, Kornmark 1.

Masa lalu kolonial Kampen sudah dimulai selama Liga Hanseatic dan tidak pernah benar-benar berakhir. Riset terbaru CultureZIEN tentang latar belakang keluarga Cumber mengungkap sejumlah besar hubungan dengan koloni.
Bagi mereka yang akrab dengan sejarah Kampan abad ke-19, hal ini tidak mengherankan. Kebijakan kota bertujuan untuk menarik keluarga kaya dari lapisan atas masyarakat Belanda. Kesuksesan kebijakan ini dibuktikan dengan banyaknya keluarga kolonial yang menetap di kampung dalam waktu lama maupun singkat.
Selain itu, Kampan merupakan jalur utama pelatihan bagi para perwira militer di Hindia Timur. “Bocah-bocah” asal Kampan itu terlibat perampokan harta karun Lombok yang akhirnya kembali ke Indonesia pekan lalu. Di antara mereka adalah letnan dua, Hendrik Kolijn, yang menerima Perintah Militer William atas tindakannya di Lombok. Siapa pun yang berjalan melewati Kampan pada awal abad ke-19 dapat melihat Evertina Marius. Dari Berbice dia dibawa sebagai budak ke Kampan oleh majikannya. Pada tahun 1817 dia kembali ke koloni sebagai wanita bebas. Jalan kaki ini membawa Anda melewati rumahnya selama tahun-tahun tukang cukurnya.
Biaya partisipasi adalah €10 per orang
Daftar terlebih dahulu untuk berpartisipasi melalui kunst@cultuurzien atau hubungi (038)331 10 24.
Keterangan Foto: Meja ubin dengan perkebunan tembakau di Vloeddijk 63

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.


Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China