TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Eric Thohir mengatakan timnya menerima dana sebesar US$5,6 juta atau sekitar Rp86,5 miliar dari FIFA untuk pengembangan sepak bola nasional, termasuk proyek pembangunan pemusatan latihan.
“FIFA mempunyai program ‘Forward 3.0’. Program tersebut mengantisipasi persaingan di dalam negeri termasuk pelatihan. Melalui program ini, kami juga mendapatkan ucapan selamat atas pembangunan pemusatan latihan dengan bantuan FIFA senilai $5,6 juta.”
Forward 3.0 merupakan kebijakan baru yang diluncurkan FIFA pada Januari 2023. Tujuan dari program ini adalah untuk menyediakan pendanaan komprehensif bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
Menurut Eric, dana tersebut akan disalurkan ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI untuk membantu program pelatihan dan kompetisi di wilayahnya.
Latihannya nanti akan dievaluasi oleh FIFA, kata Eric yang juga menjabat Menteri Negara.
Guna menyelaraskan visi dan mengetahui kebutuhan Asprov PSSI, serta klub-klub sepak bola Liga 3 Indonesia, Eric mengatakan PSSI berencana menggelar workshop seperti yang diikuti klub-klub Liga 1 dan Liga 2 pada Sabtu, 3 Maret. , di Surabaya.
“Lokakarya ini adalah tentang mendengarkan saran, bukan mengambil keputusan. Kami ingin melihat apa yang diinginkan para pesepakbola dan memasukkannya ke dalam kebijakan.
Nour El-Din Saleh
Pilihan Editor: FIFA bisa mengurangi jumlah stadion Piala Dunia di Indonesia: PSSI
klik disini Untuk mendapatkan update berita terkini dari Tempo di Google News

Dinda Rahmawati adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Dinda menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan pembaca masa kini.

Berita Lainnya
Tenis Anggaran Suci di Indonesia
Reaksi beragam terhadap laporan dekolonisasi di Indonesia
Bagaimana Wiljan Bloem menjadi pemain bintang di Indonesia