“Tanpa baju di trotoar”, “pelacur”, “Kutjappen”, “Viespeuk”, “Chet”, “Zwartjes”, “Hondenlul”. Selamat datang di Hindia Belanda, karena produksi Belanda De Oost yang sangat mahal ada di Amazon Prime Video. Film ini seharusnya diputar di bioskop, tetapi sekarang belum dibuka, rilis di Amazon Prime Video menjadi kenyataan. Jangan khawatir, kami tidak merusak apa pun.
Timur
Film ini bercerita tentang Johan, prajurit yang diperankan oleh Martin Lachimer. Kami telah mengikuti prajurit muda itu sejak dia menginjakkan kaki di Indonesia, di mana, sebagian karena populasi dan kehadiran Raymond Westerling yang agung (diperankan oleh Marwan Kanzari), dia berakhir dengan perjuangan kolosal. Sebuah perjuangan dalam perjuangan, karena film ini mengambil latar pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Yang membuat film ini begitu enak untuk ditonton adalah dua hal. Ini adalah saudara kandung, sesuatu yang sering muncul dalam film perang yang bagus. Ini masuk akal, karena seringkali karena persaudaraan ini Anda lebih bersimpati, Anda masih bisa tertawa sesekali meskipun dalam keadaan yang sangat sulit, dan ada juga perbedaan tertentu pada sekelompok orang yang harus bekerja sama. Yang keren tentang orang-orang dari De Oost adalah mereka semua datang dengan aksen dan kepribadian mereka sendiri, dan sutradara Jim Taihuttu melakukan pekerjaan dengan baik.
Jim Taihoto
Sutradara, yang dikenal dari Wolf dan Rabat (tetapi juga dari grup musik Yellow Claw dan agensi media Habbekrats), menerima banyak anggaran dan uang dari Amazon untuk membuat film tersebut. Dengan 6,6 juta euro, dia diizinkan untuk mengarahkan dan menayangkan film ini. Grup terlihat sangat realistis dan lingkungannya indah. Mereka berfoto selama dua bulan di empat lokasi berbeda di pulau Jawa, Indonesia, yang terlihat melimpah. Terkadang sangat membantu untuk merenungkan lingkungan itu: lanskap hijau cerah yang subur bersama dengan suara pulau. Indonesia sangat indah.
Jelas, segala sesuatu yang terjadi lebih banyak dalam film ini jauh lebih indah dan bagus bahwa Taihuttu menarik perhatian pada hal ini. Sangat menyegarkan melihat ada film perang Belanda yang bukan tentang PD II. Apa yang terjadi di Indonesia terkadang sangat mengejutkan dan itu adalah hal yang baik tentang pria seperti Taihoto: Dia tidak ragu untuk menunjukkannya.
Indonesia
Jadi tonton akhir pekan ini: De Oost. Apakah Anda pikir itu film yang bagus atau tidak sama sekali, itu pasti memberikan produksi yang rumit. Sebuah topik yang belum cukup kita diskusikan satu sama lain.

Tania Safitri adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Tania menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kebutuhan dan minat pembaca, sekaligus membantu mereka memahami berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.

Berita Lainnya
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610