BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Gies von Ekris terpilih sebagai Teolog Tanah Air

Gies von Ekris terpilih sebagai Teolog Tanah Air

Van Ekris (51) adalah pemimpin proyek Areopagus, sebuah departemen di organisasi misionaris Protestan IZB yang berfokus pada memperlengkapi para pengkhotbah ‘misionaris kontekstual’. Pada tahun 2018 ia menerima gelar PhD dan pujian untuk tesisnya tentang dakwah kenabian (‘Melihat. Teori yang mendasari dimensi dakwah kenabian’).

Dalam sebuah wawancara dengan Trouw, Van Ekris mengatakan dia ingin mempraktikkan ‘teologi stasis’ di tahun mendatang, pergi ke tempat-tempat dan orang-orang di mana sesuatu yang umum terjadi pada zaman dan budaya kita. Dia mencari pengalaman keindahan, kebaikan dan kebenaran di zaman yang menerapkan kekerasan dan keburukan yang agresif.

Van Ekris mengajar homiletika di Fakultas Teologi Evangelikal di Leuven. Sebelumnya beliau adalah seorang pengkhotbah jamaah di Zeist dan Breukelen dan seorang pengkhotbah misionaris di Indonesia. Dia secara teratur berkontribusi pada berbagai podcast EO dan menulis kolom bulanan untuk Nederlands Dagblad.

Buku teologi yang bagus
Hadiah buku teologi terbaik tahun ini adalah Pelajaran Hidup dari Seorang Rabi yang ditulis oleh jurnalis NRC Annemiek Leclaire. Juri menyebut kumpulan wawancara Rabbi Avraham Sotendorff sebagai ‘buku yang indah dan cemerlang’.

Malam itu juga diumumkan bahwa Thelma Schoon (27) telah terpilih sebagai Teolog Muda Tanah Air yang baru. Dia adalah seorang pendeta muda dan diakon di Gereja Katolik Lama. “Teman-teman saya terkadang bertanya kepada saya: ‘Gereja, bagaimana Anda terlibat?’ Pertanyaan yang diajukan di gereja: ‘Apa yang membuat kaum muda sibuk?’ Perpaduan dunia memberi energi pada hidup dan teologi saya. Teologi menjadi relevan pada saat-saat menegangkan itu, kata Shun.