BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Guru diberikan alat selama “pelatihan untuk belajar”


“Training for Learning” merupakan materi pelatihan bagi guru sekolah dasar. Pelatihan ini dilakukan dalam konteks inovasi pendidikan, di mana para guru diberikan alat yang berkaitan dengan peningkatan pengalaman dan di mana perhatian diberikan untuk menangani materi pendidikan yang tertunda akibat situasi COVID.

Direktur Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (MinOWC), Prof. Gracia Vallez-Urmskerk, pada pembukaan kursus dua hari pada Senin, 22 November 2021, mencatat bahwa tujuan dari dua hari adalah untuk belajar satu sama lain dan satu sama lain.

Pelatihan ini dilakukan melalui konsultasi dengan Suriname Global Village io (seluruh dunia) di bawah pengawasan Mr. John Ritfeld dan dipresentasikan oleh Dr. Maritha Purperhart di ruang konferensi Suriname Educational Institute (SPI). Dokter. Purplehart tinggal dan bekerja di AS. Dia adalah seorang konsultan dan terlibat dalam menjalankan sekolah, antara lain, dan juga seorang kepala sekolah dasar. Anak-anak perlu belajar di lingkungan yang aman. “Anda harus tahu apa yang diharapkan dan semua siswa harus diperlakukan sama,” dia mengingatkan para guru.

Selama pelatihan, ingatan para guru disegarkan. Anak-anak belajar pada tingkat yang berbeda. Oleh karena itu, guru diberikan alat untuk membuat pelajaran lebih menarik. Perhatian diberikan pada strategi membaca dan praktik bagaimana mempelajari strategi ini. Juga untuk instruksi yang berbeda untuk mengisi kekosongan setelah COVID-19.

Keempat komponen pelajaran juga dibahas, karena guru di kelas harus berhadapan dengan tipe kepribadian yang berbeda. Mereka juga harus berurusan dengan siswa yang negatif. Karena itu, selama pelajaran, Anda harus memperhatikan mendengarkan, berpikir, berbicara, dan menulis.

Pendekatan yang berbeda terhadap kepribadian yang berbeda yang ditemui guru di kelas juga dibahas. Ada banyak strategi yang bisa diterapkan pada siswa yang sibuk di kelas, misalnya. Anak-anak ini sering dikeluarkan dari kelas. “Mengeluarkan siswa-siswa ini dari kelas bukanlah jawabannya. Beri anak-anak ini tugas untuk dilakukan agar mereka merasa penting.”