Seorang pesepakbola meninggal dalam keadaan yang mengenaskan setelah tersambar petir saat bermain pertandingan.
Korban berusia 34 tahun dibawa ke rumah sakit setelah ledakan besar tersebut, namun dinyatakan meninggal tak lama kemudian, menurut media lokal di Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Rekaman CCTV yang mengerikan dari Stadion Siliwangi menunjukkan korban Setian Raharja berada di sayap kanan di tengah hujan lebat 15 menit setelah kick-off pada 10 Februari.
Saat timnya mulai menyerang, dia disambar petir raksasa dan jatuh ke lapangan dalam kilatan api. Pemain lain bergegas membantu striker yang cedera itu.
Septian dikabarkan mengalami luka bakar di bagian kaki dan kulit, luka di dada, serta baju sepak bola dan sepatu botnya terbakar akibat panas terik.
Dia sedang memainkan pertandingan tandang untuk FBI Subang melawan 2 FLO FC Bandung.
Pemain 2 FLO FC Bandung yang hanya disebut sebagai GJ di media lokal mengatakan, petir dari badai monsun pertama kali menyambar grounding rod.
Ia menjelaskan: “Setelah petir menyambar penis, petir tersebut mengenai kaki korban untuk kedua kalinya.
“Dari situ mulai banyak petir. Korban berjatuhan.”
JJ mengatakan pertandingan tidak akan pernah dimulai jika pada awal pertandingan turun hujan karena badai petir sangat berbahaya di musim hujan.
Ia menjelaskan: “Awal pertandingan panas, namun di selatan dan timur sudah turun hujan. Di lapangan masih panas. Itu sebabnya kami berani bermain.”

Dinda Rahmawati adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Dinda menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan kebutuhan pembaca masa kini.

Berita Lainnya
Tenis Anggaran Suci di Indonesia
Reaksi beragam terhadap laporan dekolonisasi di Indonesia
Bagaimana Wiljan Bloem menjadi pemain bintang di Indonesia