BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Islam radikal sedang mendisrupsi masyarakat di Indonesia

Islam radikal sedang mendisrupsi masyarakat di Indonesia

Dinas keamanan dalam salah satu penyerangan di Jakarta

Apa yang ditakutkan Indonesia kini terjadi: serangan ISIS. Negara Muslim terbesar di dunia telah berada dalam kondisi siaga tinggi selama beberapa waktu. Terdapat ketegangan antara gerakan Islam pribumi Indonesia yang moderat dan versi yang lebih ekstrem: Wahhabisme.

Organisasi Islam terbesar di Indonesia memperkirakan bahwa masyarakat menjadi semakin rentan terhadap terorisme dan fanatisme, dan telah menyatakan perang terhadap ISIS dan Wahhabisme dalam sebuah film.

Di Newsur, laporan koresponden Michel Maas dan wawancara dengan Hermann Beck, profesor studi agama di Universitas Tilburg.

  • Belanda Hoogt

    Penembak berjalan dengan tenang
  • Agensi Pers Prancis

    Polisi sedang membersihkan daerah tersebut dan mencari para teroris
  • GT

    Dinas keamanan dalam salah satu penyerangan di Jakarta

untuk berhati-hati

Jakarta dikejutkan dengan serangan pagi ini. Dua teroris meledakkan diri di kantor polisi di kawasan bisnis ibu kota Indonesia. Baku tembak pun terjadi, setelah itu tiga teroris lagi menabrak Starbucks di dekatnya. Ada teater dan bioskop di gedung yang sama tempat mereka berlari. Di sana mereka dibunuh oleh polisi.

Selain lima teroris, dua orang lainnya tewas dalam serangan tersebut. Di antara korban tewas adalah seorang warga Kanada. Seorang pegawai PBB asal Belanda terluka parah. Sasaran serangan adalah warga asing dan aparat keamanan.

Indonesia telah diperingatkan akan adanya serangan ISIS. Menjelang Natal dan Tahun Baru, tambahan 150.000 petugas polisi dikerahkan setelah ISIS mengumumkan “konser” di Indonesia. ISIS bermaksud menyerang ini.

Ketegangan meningkat

“Kekerasan agama terhadap kelompok minoritas di Indonesia meningkat, tidak hanya dalam skalanya tetapi juga dalam tingkat kebrutalannya,” kata Peck. “Muslim ekstremis ingin kembali ke Islam abad ketujuh. Gerakan ini telah menyatakan perang terhadap Muslim yang lebih moderat. Ketegangan antara berbagai gerakan dalam Islam semakin meningkat, sehingga memicu serangan hari ini.”