The news is by your side.

Kacung Marijan: Jokowi Perlu Jamin Kepastian Hukum

0

Oleh:  Azhar AP  |   

Balicitizen.com, Jakarta – Lima tahun berjalan, sektor penegakan hukum pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan beberapa catatan dari guru besar ilmu politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Kacung Marijan. Terutama dalam pemberantasan korupsi.

“Dalam soal korupsi, ini persoalan yang sangat serius. Nah sekarang dengan perubahan Undang-undang KPK ada tantangan, seolah-olah pemerintah tidak peduli pada urusan korupsi, maka buktikan? Kemudian jika dibilang (pemerintah) ingin memerkuat, maka buktikan memerkuat itu seperti apa dengan UU yang baru nantinya,” kata pria sapaan akrab Kacung, kepada Indonesia Inside, Sabtu (19/10).

Ia menuturkan, persoalan korupsi perlu menjadi sorotan tim pembantu Jokowi karena berkaitan dengan masalah hukum yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. “Para pelaku usaha tentu ingin kepastian hukum, tapi kepastian hukum dianggap dapat melanggar hukum yang lain,” ujarnya.

Seperti dalam hal pertanahan, pemerintah ingin ada kepastian hukum di bidang tanah dan investasi, namun upaya ini dianggap oposisi sebagai hal yang berbahaya. Belum lagi bagaimana pemerintah menjamin adanya kepastian hukum di bidang lain.

“Jadi, bagaimana kepastian hukum itu harus menyenangi seluruh pihak dan tidak menimbulkan permasalahan baru,” katanya.

Termasuk penegakan hukum kepada pihak yang kritis dan dianggap berseberangan dengan pemerintah, ujarnya, pemerintah harus mampu berlaku objektif dan imparsial. Meskipun ia meragukan kapasitas dan kapabilitas tokoh-tokoh yang sering menyuarakan kritiknya.

“Ini kan melemahkan mereka juga. Tapi saya kira pemerintah Jokowi juga harus berlaku adil terhadap umat Islam,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam konteks penegakan hukum, pemerintah harus segera menciptakan iklim ekonomi yang bagus, kepastian hukum dan keamanan. Adapun untuk jangka pendek dan menengah yang harus diperhatikan adalah pariwisata dan industri kreatif.

“Termasuk yang diperhatikan adalah banyaknya jumlah pengangguran, agar anak muda dapat lebih inovatif dan kreatif,” ucap Kacung. Ari/INI/Balicitizen

Berita Terkait

Leave A Reply

Your email address will not be published.