BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Kutu yang dapat menyebabkan alergi seumur hidup terhadap daging merah muncul di Amerika | luar negeri

Mereka tidak suka suhu beku, tetapi begitu menjadi lebih hangat, mereka ada di sana: kutu. Parasit kecil seperti laba-laba memakan darah. Ini bisa berbahaya. Karena ketika mereka menggigit seseorang dan membawa bakteri, mereka dapat menyebabkan penyakit. Di daerah kami, bakteri Borrelia dapat menyebabkan penyakit Lyme jika kutu tidak dihilangkan dengan cukup cepat.

Ada merek lain di AS: Amblyomma americanum atau LoneStar. Kutu inilah yang dapat menularkan sindrom alpha-biliary, yang terinfeksi oleh kutu dari mamalia. Dia agak alergi terhadap daging merah, lapor Washington Post.

peka

Manusia tidak memiliki karbohidrat alfa-gal dalam tubuh, tetapi mereka ditemukan dalam daging merah. Ketika seseorang digigit oleh kutu yang terinfeksi, alpha-gal dapat memasuki aliran darah. Tubuh merespon dengan membuat antibodi terhadap alpha-gal. Akibatnya, setiap kali daging merah dimakan, tubuh akan menganggapnya sebagai serangan dan akan bereaksi lagi.

Alergi sulit didiagnosis pada awalnya, karena tubuh bereaksi terhadap alpha-gal hanya beberapa jam setelah makan daging merah. Gejala reaksi alergi dapat dengan cepat menumpuk: sakit kepala, gatal, bengkak, diare dan muntah. Seiring waktu, reaksi ini bisa menjadi semakin sengit, sampai-sampai makan daging merah menjadi hampir tidak mungkin.

Amblyomma americanum dapat dikenali dari bintik putih di atas perisai, tetapi kutu tidak ditemukan di negara kita. Meskipun alergi masih dapat ditularkan oleh kutu domba, yang terjadi di Eropa, yang juga dapat menyebabkan penyakit Lyme.

READ  Prancis memperketat tindakan: vaksinasi atau tes terakhir adalah wajib di industri restoran