Malaysia dan Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian gabungan ke Gaza jika PBB memberi lampu hijau.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden terpilih Indonesia Prabowo Subianto membahas masalah ini dalam percakapan telepon pada hari Selasa.
Kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai situasi di Gaza, di mana Israel melancarkan kampanye genosida berdarah terhadap rakyat Palestina sejak Oktober tahun lalu. Hampir 38.000 warga Palestina telah terbunuh dan terjadi krisis kemanusiaan.
Anwar menyambut baik gagasan Prabowo untuk membentuk misi penjaga perdamaian Malaysia-Indonesia dan terbuka untuk memperluas kerja sama di tingkat regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Indonesia mengumumkan bulan lalu bahwa mereka siap mengerahkan 1.212 tentara pasukan penjaga perdamaian di Gaza jika PBB mengamanatkannya.
Ada pembicaraan tentang pasukan penjaga perdamaian di Gaza selama beberapa waktu. Israel Dan mitra terpentingnya, The Amerika, yang ingin menyerahkan kendali atas wilayah Palestina yang terkepung kepada sekelompok negara Arab yang terdiri dari Arab Saudi, Mesir, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Negara-negara tersebut, kecuali Arab Saudi, memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China