BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

tombak melawan buldoser;  Rimbawan memaksa perusahaan kimia menarik diri dari tambang nikel

tombak melawan buldoser; Rimbawan memaksa perusahaan kimia menarik diri dari tambang nikel

Konsistensi29 Juni '24 pukul 09:12Penulis buku: Mark van Hareveldt

Grup kimia Jerman BASF menarik diri dari proyek nikel kontroversial di Indonesia. Pulau Halmahera, yang konon merupakan lokasi penambangan nikel, dihuni oleh masyarakat terisolasi yang tidak memiliki kontak dengan dunia luar. Aktivis dari organisasi hak asasi manusia Survival International baru-baru ini berkampanye untuk menghentikan proyek tersebut. BASF mengatakan mereka menghindari eksploitasi semata-mata karena alasan ekonomi.

Grup kimia Jerman BASF menarik diri dari proyek nikel kontroversial di Indonesia

Pada tahun 2020, BASF mengumumkan rencana untuk bersama-sama memurnikan nikel dan kobalt yang diekstraksi oleh tambang lokal Teluk Veda dengan Eramet milik Prancis. Namun ekstraksi logam tersebut mengancam kelangsungan habitat masyarakat adat Hongana Manyawa. Melalui upaya Kelangsungan Hidup Internasional Perusahaan-perusahaan tersebut menerima lebih dari 20.000 email yang menyerukan agar program tersebut dihentikan, dan organisasi tersebut melakukan lobi keras dengan pihak berwenang Jerman.

Video viral

Bagi LSM tersebut, video yang viral baru-baru ini adalah sebuah pukulan yang mematahkan punggung unta. Video tersebut menunjukkan beberapa warga negara terpencil tersebut mengemis makanan di kamp pertambangan. Menurut Survival International, video tersebut dibagikan secara luas di media sosial, dan banyak politisi Indonesia yang memutuskan untuk terlibat. Video lain menunjukkan anggota suku menggunakan busur dan anak panah untuk menangkis penambang.

Namun, BASF sendiri menyebutkan faktor ekonomi yang menyebabkan pembatalan proyek tersebut. Karena permintaan mobil listrik rendah, tidak perlu investasi miliaran dolar di bidang ini. Nikel penting untuk baterai mobil listrik. Proyek ini menelan biaya sekitar $2,6 miliar.

Banyak musuh

Suku Hongana Manyawa yang nomaden tidak hanya terancam oleh penambangan, namun habitat mereka menjadi semakin sempit akibat deforestasi yang cepat, sementara pihak berwenang Indonesia secara paksa memukimkan kembali manusia liar di desa-desa yang baru dibangun. Menurut LSM tersebut, kaum nomaden menghadapi 'rasisme yang parah' dan sering digambarkan sebagai 'primitif' oleh pihak berwenang dan media di Indonesia. Ada kepercayaan luas di kalangan pegawai negeri dan media bahwa mereka akan mendapat manfaat dari 'integrasi' ke dalam masyarakat luas.

READ  Rijksmuseum: Revolusi! Indonesia merdeka

Penarikan diri BASF tidak berarti operasi penambangan dihentikan, namun pekerjaan di tambang akan terus berlanjut untuk sementara waktu, menurut pengamat. LSM tersebut mengatakan mereka berharap perubahan akan terjadi. Tesla baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan mempelajari perlunya 'zona larangan bepergian' untuk melindungi orang dari kontak dengan dunia luar. Produsen mobil listrik Amerika ini sangat berpengaruh dan memiliki kontrak bernilai miliaran dolar dengan pemasok nikel dan kobalt Indonesia.