BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Musuh dan Lawan: Memimpin Tentara Rusia dan Ukraina

Diumumkan akhir pekan lalu bahwa Alexander Dvornikov akan memimpin tentara Rusia di Ukraina. Tugasnya adalah memimpin “operasi militer khusus”, demikian Kremlin menyebutnya. Tepat di depannya adalah komandan Valery Zaluzhny, yang memimpin tentara Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Kedua pria itu bukan hanya musuh: mereka tampaknya berlawanan. Apa yang kita ketahui tentang Dvornikov dan Zaluzhny?

Alexander Dvornikov

Dvornikov, 60, memiliki catatan layanan yang panjang di Angkatan Darat Rusia. Karirnya dimulai pada 1978, setelah lulus dari sekolah asrama militer di Uni Soviet. Dia memegang berbagai posisi, termasuk Perang Chechnya Kedua (1999-2009). Pada 2015 ia menjadi komandan pertama tentara Rusia di Suriah.

“Dvornikov sangat setia kepada Putin dan dikenal karena kekejamannya,” kata Kolonel Han Baumeister, yang berafiliasi dengan Akademi Pertahanan Belanda. “Dvornikov kejam dan menyerang kota-kota, seperti yang dia tunjukkan di Suriah. Hampir segera, dia merebut bandara Idlib dan melakukan serangan udara di Aleppo,” tambahnya.

Beberapa media Barat menggambarkan Dvornikov sebagai “Penjagal Aleppo” karena tindakannya di Suriah. Menurut Pusat Pemikiran Amerika Institut Studi Perang Banyak pasukan Rusia di Suriah saat itu menargetkan warga sipil dan infrastruktur penting. Oleh karena itu, lembaga tersebut tidak melihat bahwa Dvornikov adalah satu-satunya mitra dalam kejahatan semacam itu terhadap warga Suriah.

Dvornikov dianugerahi gelar Pahlawan Federasi Rusia pada tahun 2016 untuk karyanya di Suriah. Pada tahun yang sama, ia diangkat menjadi komandan Distrik Militer Selatan Rusia. Sejak awal, ia berpartisipasi dalam invasi Ukraina dan permusuhan, terutama di selatan dan timur negara itu, misalnya di Donbass dan di kota pesisir Mariupol.