BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pembuat Bom Bali menembak lebih awal

Pembuat Bom Bali menembak lebih awal

AP

Berita NOSrata-rata

Seorang pria berusia 55 tahun yang ikut bertanggung jawab atas serangan Bali tahun 2002 telah dibebaskan bersyarat di Indonesia. 202 orang tewas dalam serangan teroris yang menargetkan dua klub di kawasan hiburan populer Kuta. Di antara mereka adalah 88 orang Australia dan empat orang Belanda.

Setelah sembilan tahun dalam pelarian, Omar Patik ditangkap pada Januari 2011 di kota Abbottabad, Pakistan. Pada 2012, ia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah membantu membuat bom mobil yang diledakkan oleh orang lain di depan sebuah klub di Kota.

dihubungkan ke pangkalan

Patek adalah anggota senior organisasi teroris Jemaah Islamiyah yang berafiliasi dengan al-Qaeda. Dia diberi pengurangan hukuman 33 bulan untuk perilaku yang baik dan memenuhi persyaratan bahwa dia menjalani dua pertiga dari hukumannya.

Menurut pihak berwenang, Patek sedang dalam masa percobaan dan harus mengikuti program pemantauan hingga pembebasan bersyaratnya berakhir pada 29 April 2030.

Kritik dari Australia

Pada bulan Agustus, pihak berwenang Indonesia telah menjelaskan bahwa Patek memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat. Hal ini menyebabkan kemarahan di antara kerabat korban dan politisi di Australia. Misalnya, Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan sedang mempertimbangkan langkah-langkah diplomatik melawan Indonesia.

Tahun lalu, pengkhotbah Muslim Indonesia Abu Bakar Bashir, yang dianggap sebagai dalang serangan, dibebaskan lebih awal pada usia 82 tahun. Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada tahun 2011, tetapi dijatuhi hukuman 55 bulan penjara.