Menteri Inggris yang bertugas menyelenggarakan KTT Iklim Internasional COP26 terbang ke tiga puluh negara berbeda dalam tujuh bulan. Alok Sharma, yang dijadwalkan menjadi tuan rumah KTT di Glasgow pada Januari, telah terbang ke Brasil, Indonesia dan Kenya sejak Februari, Daily Mail melaporkan.
P ANP / HH
Terlepas dari operasi korona dan pembatasan perjalanan yang ketat, Sharma dapat terbang ke 30 negara, mencakup lebih dari 320.000 kilometer. Menurut The Guardian, Sharma terbang delapan kali keliling Bumi.
Sekembalinya ke Inggris, Menteri tidak harus mengisolasi enam negara yang dikunjunginya, meski diberi tanda merah oleh pejabat Inggris. Pelancong dari negara-negara ini diharuskan diisolasi di hotel selama sepuluh hari setibanya di Inggris, tetapi Sharma diberikan pengecualian karena ia berjanji kepada negara itu sebagai politisi.
Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Sharma mengatakan pada akhir Juli bahwa “kita semua harus melakukan bagian kita untuk memerangi krisis iklim.” Dia mendorong semua orang untuk membuat “perubahan kecil yang dapat membuat perbedaan.”

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China