BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Ruti mengunjungi Indonesia untuk memperkuat hubungan

Perdana Menteri Mark Rutte mengadakan pembicaraan dengan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di ibu kota Indonesia, Jakarta, pada hari Rabu.

Kedua belah pihak membahas, antara lain, eratnya hubungan diplomatik dan ekonomi kedua negara serta perkembangan selanjutnya.

Rutte tiba pada Selasa malam didampingi Menteri Perdagangan Luar Negeri Liliane Plomin dan Menteri Negara Sharon Dijksma (Urusan Ekonomi) untuk kunjungan tiga hari ke Indonesia. Setelah itu, delegasi perdagangan Belanda terbesar yang pernah melakukan perjalanan, terdiri dari 100 perusahaan Belanda, 15 eksekutif senior perusahaan, dan pemimpin pengusaha Bernard Vintjes.

Negara penting di Asia

Sama seperti Tiongkok, tempat Rutte bertemu dengan Presiden Xi Jinping pekan lalu, Indonesia merupakan negara penting di Asia. Negara ini mempunyai populasi sekitar 250 juta jiwa dan pertumbuhan ekonominya lebih dari 5 persen setiap tahunnya.

Belanda sudah menjadi mitra dagang kedua Indonesia di Uni Eropa. Volume perdagangan bilateral antara kedua negara berjumlah sekitar 3,5 miliar euro pada tahun 2012.

Belanda dan Indonesia ingin memperkuat hubungan lebih lanjut. Rutte dan Yudhoyono mengadopsi pernyataan bersama untuk memperkuat hubungan antara lain di bidang politik, perdagangan, hak asasi manusia dan pertahanan.

Perdana Menteri mengumumkan bahwa dia akan kembali ke Indonesia dengan misi dagang skala besar dalam satu setengah tahun.

Rutte dan Yudhoyono juga membahas pertemuan puncak nuklir yang dijadwalkan diadakan di Belanda pada Maret tahun depan. Yudhoyono setuju untuk datang.

Produksi ikan oleh nelayan skala kecil

Menteri Negara Dijksma pada hari Rabu sepakat dengan Menteri Perikanan Indonesia untuk bersama-sama menyumbangkan €9 juta guna meningkatkan produksi ikan berkelanjutan bagi nelayan skala kecil Indonesia.

Sekitar 30 persen hasil tangkapan ikan di nusantara kini hilang karena kurangnya pengetahuan, antara lain, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi ikan. Meningkatkan produksi dan mengurangi kehilangan ikan akan menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik dan meringankan masalah yang dihadapi oleh 30 juta penduduk Indonesia yang mengalami kekurangan gizi.

READ  Indonesia mau swasembada, tapi masih butuh buah impor

Masa lalu kolonial bukanlah topik diskusi

Masa lalu kolonial tak lagi dibicarakan antara Rutte dan Yudhoyono. Menurut juru bicara Rutte, hal ini diakhiri dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Ben Bot ke Indonesia pada tahun 2005.

Selain itu, Belanda baru-baru ini membuat perjanjian dengan para janda dari laki-laki yang dieksekusi oleh Tentara Hindia Belanda pada tahun 1940-an. Menurut juru bicara Rutte, baik Perdana Menteri maupun Yudhoyono mengatakan masa lalu sudah berakhir dan fokusnya adalah pada masa depan.

Kunjungan perusahaan Rothe, Blumen, Dexma dan Belanda ke Indonesia akan berlanjut hingga Jumat.

Perdana Menteri Mark Rutte menerima Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (foto ANP).
Tentara Nasional Afghanistan-25504317

Perdana Menteri Mark Rutte membunyikan bel di Erasmus House (foto ANP).
Tentara Nasional Afghanistan-25502745

Mark Rutte berbicara di Erasmus House (Foto oleh ANP).
Tentara Nasional Afghanistan-25502759

Perdana Menteri Mark Rutte melihat lukisan karya Rudolf Bonet di pameran seni rupa modern Bali (foto ANP).
Tentara Nasional Afghanistan-25502765

Foto Perdana Menteri Mark Rutte dan timpalannya dari Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di jalanan Jakarta (Foto oleh ANP).
Polisi Nasional Afghanistan-25492873

Perdana Menteri Mark Rutte memeriksa penjaga kehormatan di Istana Kepresidenan (Foto oleh ANP).
Tentara Nasional Afghanistan-25505536

Artikel ini awalnya muncul di z24.nl