Itu MotoGP Dia adalah tamu debut akhir pekan lalu di sirkuit baru di Lombok, di mana Grand Prix Indonesia akan diadakan pada bulan Maret untuk pertama kalinya sejak 1997. Selama pengujian tiga hari, dengan cepat diketahui bahwa aspal menjadi masalah. Jumat adalah karena sejumlah besar kotoran di atap. Pertemuan darurat diadakan di mana diputuskan bahwa pengemudi harus pergi ke trek secara massal untuk “membersihkan” aspal. Proposal ini tidak menerima banyak antusiasmeDi hari-hari berikutnya, semakin jelas bahwa aspal itu sendiri juga menjadi masalah. Misalnya, batu ditembakkan dari atap dan beberapa pengemudi terluka ketika mereka berjalan di belakang rekan-rekan mereka di trek.
Federasi Motorsport Dunia, FIM, dalam konsultasi dengan Dorna dan pemilik sirkuit ITDC, mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa untuk menemukan solusi untuk masalah tersebut. “Umpan balik dari pembalap dan tim mengenai tata letak lintasan dan persyaratan keselamatan sangat positif. Namun, selama pengujian, dua area untuk perbaikan muncul. Ini berkaitan dengan pembersihan dan penanganan batu berlebih yang memengaruhi lintasan.”
Aspal lintasan runtuh begitu saja selama pengujian dan muncul kembali dari Tikungan 17 (sudut terakhir) ke Tikungan 5. Detail yang bagus adalah bahwa selama balapan World Superbikes pada bulan November, sudah ada peringatan tentang situasi seperti itu jika mesin MotoGP memasuki lintasan. Pekerjaan harus diselesaikan setidaknya tujuh hari sebelum Grand Prix. Artinya tekanan langsung pada boiler di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Grand Prix Indonesia dijadwalkan akan dimulai pada Minggu, 20 Maret. Meski pihak-pihak terkait kini sudah mengambil tindakan, namun masih ada kekhawatiran di sirkuit bahwa sirkuit di Lombok belum siap untuk ajang MotoGP.
© Motorsport.com
Francesco Bagnaia terkena batu selama tes Mandalika
Francesco Bagnaia terkena batu selama tes Mandalika

Tania Safitri adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Tania menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kebutuhan dan minat pembaca, sekaligus membantu mereka memahami berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.

Berita Lainnya
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610