BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Tabrakan probe dengan batu luar angkasa menyebabkan 10.000 km ekor debu | Teknik

Pesawat ruang angkasa DART, yang menabrak batu ruang angkasa seperti yang direncanakan pada akhir September, mengeluarkan banyak debu dan puing-puing. Hal ini menyebabkan pembentukan ekor debu 10.000 km di belakang batu ruang angkasa. yang muncul dari Foto-foto Diambil dengan teleskop di Chili.

Tabrakan antara pesawat ruang angkasa dan bulan asteroid Demorphos memiliki dampak yang lebih besar daripada diharapkan. Acara ini diikuti oleh teleskop di luar angkasa dan di Bumi. Sebuah teleskop di Chili telah melihat jejak debu di balik batu ruang angkasa.

DART (Double Asteroid Redirection Test) diluncurkan pada November tahun lalu dari Stasiun Luar Angkasa Vandenberg di California, AS. Probe dibawa oleh roket Falcon 9 dari SpaceX, perusahaan luar angkasa milik miliarder Elon Musk.

Pesawat ruang angkasa, seukuran kereta golf, mencapai tujuan akhirnya pada 26 September: bulan asteroid Demorphos.

Probe bertabrakan dengan bulan asteroid dengan kecepatan 22 ribu kilometer per jam. Tujuannya adalah untuk mendorongnya keluar dari orbit. Misi harus menjawab pertanyaan apakah perubahan lintasan batuan ruang angkasa mungkin terjadi. Ini bisa mencegah bencana jika batu ruang angkasa datang langsung ke Bumi.

Pada tahun 2024, sebuah pesawat ruang angkasa baru akan diluncurkan untuk menyelidiki konsekuensi dari tabrakan tersebut. Kapal itu dijadwalkan tiba di Demorphos pada 2026.

READ  PlayStation Store untuk PS3 dan PS Vita masih terbuka setelah kritik | sekarang juga