BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Wartawan CNN Tak Mau Pakai Jilbab, Mencoret Wawancara dengan Presiden Iran

Twitter / Amanpur

NOS. Berita

Wartawan CNN Christiane Amanpour membatalkan wawancara dengan Presiden Iran Raisi karena dia menuntut agar dia mengenakan jilbab. Dia mengklarifikasi di Twitter bahwa dia menyampaikan ini, dan itu juga tentang protes baru-baru ini di Iran Setelah mati untuk seorang wanita muda.

Presiden Iran Raisi berada di New York di depan Majelis Umum PBB. CNN telah menjadwalkan wawancara dengannya setelah berminggu-minggu negosiasi. Ini akan menjadi pertemuan pertama presiden di tanah Amerika.

Tidak ada tradisi di Amerika

“Saya sudah siap untuk wawancara TV,” tulis Amanpour di Twitter. “Tapi empat puluh menit kemudian, kepala desa belum datang. Seorang ajudan datang ke depan dan bertanya apakah saya ingin memakai jilbab, untuk menghormati bulan Muharram dan Safar. Saya menolak dengan sopan karena di Amerika tidak ada hukum atau tradisi di sini. memakai jilbab.”

Amanpour menambahkan bahwa presiden Iran lainnya tidak pernah memintanya untuk mengenakan jilbab saat dia bekerja di luar Iran. Kemudian ajudan tersebut menjelaskan kepada Amanpour bahwa tanpa hijab wawancara tidak dapat dilakukan. “Saya mengulangi bahwa saya tidak bisa menyetujui ini dan kami melarikan diri,” tulis jurnalis Inggris-Iran kelahiran London yang secara teratur mengenakan jilbab dalam laporan negara Muslim di Twitter.

Semangat dan kritik