
NOIRLab
NOS. Berita•
Asteroid Demorphos, yang ditabrak oleh wahana antariksa NASA minggu lalu, sekarang sedang dilacak dengan ribuan mil puing-puing dari dampak tersebut. Para astronom menangkap pemandangan jutaan mil jauhnya dengan teleskop di Chili.
Gambar menunjukkan ekor seperti komet yang mengembang, panjangnya lebih dari 10.000 km, terdiri dari debu dan material lainnya. Foto itu diambil dua hari setelah tabrakan.
Para ilmuwan berharap ekornya menjadi lebih panjang dan lebih menyebar, akhirnya menjadi terlalu tipis untuk dideteksi. “Pada titik ini, itu akan menjadi seperti debu luar angkasa lain yang mengambang di tata surya,” kata Matthew Knight dari US Naval Research Laboratory, yang melakukan pengamatan dengan teleskop, kepada kantor berita Reuters.
tidak ada ancaman
Wahana antariksa DART, sebuah asteroid selebar 160 meter, bertabrakan dengan kecepatan 20.000 kilometer per jam. Eksperimen gabungan itu menelan biaya $325 juta.
tabrakan itu adalah ujian NASA sedang menyelidiki apakah manuver semacam itu dapat mengubah arah asteroid yang mengancam akan menyerang Bumi. Dimorphos tidak pernah menjadi ancaman bagi Bumi.
Berapa banyak lintasan batu ruang angkasa berubah setelah tumbukan masih harus dilihat dalam waktu dekat.
NASA sangat senang dengan misi dan juga dengan gambar dampaknya:

NASA menabrak batu ruang angkasa dengan probe ‘seukuran kulkas’

Fikri Maulana adalah penulis di Balicitizen.com yang mengulas berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang objektif dan informatif, Fikri menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan pembaca sehari-hari.

Berita Lainnya
Robot Seukuran Burung Ini Mampu Berenang, Menyelam, dan Terbang dengan Satu Pasang Sayap
Peramban Chrome Catat Rekor Kecepatan di MacBook Pro M5
Rhino Linux 2026.1 Resmi Dirilis, Hadirkan Edisi Lomiri dengan Dukungan Kernel Linux 7.0