BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Amerika sedang mempersiapkan kegagalan negosiasi Iran

Jakarta (AP/AFP/RTR) – Amerika Serikat berupaya mencari “alternatif” kesepakatan nuklir Iran, jika negosiasi untuk memulihkan kesepakatan gagal. Pembicaraan dilanjutkan minggu lalu, tetapi tampaknya tidak ada prospek terobosan untuk saat ini.

“Kami akan terus melakukan diplomasi karena itu yang terbaik saat ini, tetapi kami secara aktif mendiskusikan alternatif dengan sekutu dan mitra,” kata Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken saat berkunjung ke Indonesia.

Perjanjian 2015 melarang kegiatan nuklir Iran memproduksi senjata nuklir dengan imbalan inspeksi internasional dan pencabutan sanksi ekonomi. Sejak mantan Presiden Donald Trump secara sepihak menarik diri dari Amerika Serikat pada 2018, Iran juga tidak lagi terikat dengan perjanjian tersebut. Presiden Joe Biden ingin memulihkan kesepakatan.

Namun, Amerika percaya bahwa Iran tidak mengambil pendekatan serius untuk negosiasi di ibukota Austria, Wina. Amerika Serikat dan Iran tidak berbicara satu sama lain secara langsung. Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan China melakukan mediasi di bawah kepresidenan Uni Eropa. Prancis dan Jerman memperingatkan bahwa waktu hampir habis. Menurut Blinken, perjanjian itu berisiko menjadi “cangkang kosong” jika kemajuan pesat tidak dibuat.

Sebaliknya, Iran juga mengecam posisi negara-negara Barat. Negosiator Iran mengatakan beberapa dari mereka yang terlibat “bersikeras pada kebiasaan mereka menyalahkan seseorang”, daripada memilih “diplomasi nyata”. Dia juga melaporkan bahwa Iran bekerja “konstruktif dan fleksibel” dan telah mempresentasikan ide-ide mereka sejak dini.


READ  Tiga Peningkatan Besar pada Industri Bahan Bakar Fosil di COP26