Bank sentral Indonesia mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Kamis, berpegang pada pesan bahwa kenaikan sebelumnya cukup untuk mengembalikan inflasi sesuai target akhir tahun ini.
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga reverse repo 7 hari tidak berubah di 5,75%, seperti yang diperkirakan oleh 30 ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Suku bunga kebijakan utama BI lainnya untuk simpanan dan pinjaman semalam tetap tidak berubah masing-masing sebesar 5,00% dan 6,50%.
Gubernur Perry Vargeo mengecilkan kekhawatiran tentang risiko bank-bank Indonesia dari masalah di beberapa bank internasional, mengatakan stress testing pemerintah menunjukkan pemberi pinjaman domestik tangguh.
Warjiyo mengatakan, kenaikan suku bunga BI—total 225 basis poin antara Agustus dan Januari—cukup untuk memastikan inflasi kembali ke kisaran targetnya.
Inflasi ekonomi terbesar di Asia Tenggara naik tipis menjadi 5,47% pada Februari.
Menurut BI, inflasi berada di jalur yang tepat untuk kembali ke kisaran target 2% hingga 4% dari bulan September tahun ini, sedangkan inflasi inti harus tetap berada dalam target di sisa tahun ini.
Bank sentral mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2023 di kisaran tertinggi 4,5% hingga 5,3%.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China