BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Barang Medis Gelderland Pulih Jutaan yang Dicuri Setelah Penipuan

Barang Medis Gelderland Pulih Jutaan yang Dicuri Setelah Penipuan

Gelderland – Perusahaan asal Gelderland yang menjadi korban penipuan internasional tahun lalu telah mengembalikan uang lebih dari 1,5 juta euro dari Indonesia.

Gelderland mengira sedang berurusan dengan pemasok reguler dari Korea untuk menyediakan tes cepat Covid-19 dalam jumlah besar. Penjahat mungkin telah memperoleh akses ke pertukaran surat antar bisnis. Misalnya, jumlah tersebut bisa saja ditransfer melalui alamat email palsu dan faktur palsu ke rekening yang berakhir di Indonesia. Jenis penipuan ini disebut penipuan BEC atau penipuan email bisnis.

Terlalu bengkok
Jenis penipuan ini dilakukan dengan cara yang sangat mengelak. Sebuah perusahaan fiktif telah dibuat. Perusahaan scammed menemukan pada bulan Oktober bahwa tagihan yang dibayarkan tidak mencapai perusahaan Korea. Pihak berwenang Indonesia telah mengembalikan sebagian dari total kerusakan pada rekening perusahaan yang terkena dampak.

penangkapan
Dalam penyidikan tahun lalu, empat tersangka ditangkap di Indonesia. Mereka divonis hukuman hingga 5 tahun. Tersangka utama dari Nigeria hilang sejauh ini.

Kerjasama internasional
Dalam penyelidikan ini, tim cybercrime Belanda Timur bekerja sama dengan Royal Dutch Mariechosi dan Criminal Investigation Department (CID) kepolisian Indonesia. Misalnya, seluruh upaya telah dilakukan untuk mengamankan jumlah uang yang dicuri. Dengan tindakan cepat dan kerjasama polisi internasional yang baik, rekening bank yang digunakan oleh para pelanggar dapat dibekukan, karena sebagian besar dana dapat diamankan.

Dengan menempatkan petugas penghubung secara strategis di seluruh dunia, Polisi dan Marechaussee Kerajaan Belanda dapat secara efektif berkolaborasi secara internasional dalam kasus kriminal. Selain perusahaan ini, para tersangka juga melakukan penipuan terhadap perusahaan Italia dengan cara yang sama. Perusahaan itu juga memiliki sebagian dari uang yang dicuri.

Bagikan artikel ini