BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Ledakan di pangkalan udara Rusia di Krimea, kemungkinan serangan dari Ukraina

Menurut saksi mata, setidaknya 12 ledakan terdengar sekitar pukul 16.30. Laporan kantor berita Reuters. Beberapa gambar video menunjukkan ledakan dan gumpalan asap besar, diduga di dalam atau di sekitar pangkalan yang diduduki oleh militer Rusia.

Gambar yang beredar di media sosial menunjukkan para perenang melarikan diri dari pantai dengan tergesa-gesa.

Menyerang atau tidak?

Pemerintah setempat melaporkan satu kematian dan lima luka-luka. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan itu bukan dari Ukraina, tetapi mengklaim bahwa amunisi itu meledak karena kesalahan. Tetapi seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada surat kabar Amerika Waktu New York Ledakan sudah merupakan hasil dari serangan semacam itu.

Namun, seorang penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada media Ukraina di kemudian hari bahwa pemerintah Zelensky tidak terlibat dengan cara apa pun. Untuk menulis untuk kantor berita Reuters. “Tentu saja tidak, apa yang harus kita lakukan dengan ini?” kata konselor.

Bandara ini terletak di dekat kota Novedorivka di pantai barat Semenanjung Laut Hitam. Krimea telah berada di tangan Rusia sejak musim semi 2014, yang memulai Perang Rusia-Ukraina.

Tanah Suci untuk Putin

Serangan Ukraina terhadap pasukan Rusia di Krimea akan menjadi langkah brilian dalam perang itu. Setelah pencaplokan 2014, pasukan militer Ukraina terakhir menarik diri dari semenanjung dan Armada Laut Hitam Rusia ditempatkan di sekitar Krimea, yang oleh Presiden Rusia Putin dianggap sebagai “tanah suci”.

Sejak itu, Ukraina hanya memiliki sedikit senjata dengan akses ke Krimea. Juga, sejak invasi Rusia yang dimulai pada 24 Februari, tidak ada pertempuran besar atau pemboman di Krimea.