BALICITIZEN

Ikuti perkembangan terkini Indonesia di lapangan dengan berita berbasis fakta PosPapusa, cuplikan video eksklusif, foto, dan peta terbaru.

Pemakaman yang membanggakan bagi Indonesia

Pemakaman yang membanggakan bagi Indonesia

Peringatan tahunan berakhirnya Perang Dunia II dengan penyerahan Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 merupakan momen yang sangat emosional bagi Indo-Belanda. Dua hari kemudian, Indonesia merayakan kemerdekaannya: pada 17 Agustus 1945, Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Dekolonisasi berlangsung empat tahun lagi dan berbentuk perang saudara berdarah, di mana pemerintah Belanda mengeluarkan ‘permintaan maaf terdalam’ melalui Perdana Menteri Mark Rutte tahun lalu. Pada bulan Juni, Rutte menegaskan di DPR bahwa pemerintah sekarang mengakui 17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan negara ‘sepenuhnya dan tanpa syarat’.

Perasaan terkait dengan ‘masa lalu yang terkait’

Setiap tahun, tanggal 15 dan 17 Agustus memunculkan berbagai emosi di kedua negara: kemarahan, kegembiraan, kesedihan, kebanggaan, rasa malu. Singkatnya, perasaan yang diasosiasikan dengan ‘masa lalu bersama’ adalah apa yang sebagian orang Indonesia suka gambarkan sebagai ‘masa lalu yang terhubung’. Apa pun sebutannya, hubungan yang tidak sehat dengan masa lalu itu bisa menjadi penghalang untuk berbagi, atau setidaknya terhubung, masa depan.

‘Sisi gelap’ pemerintahan kolonial di Hindia Belanda dan pembongkarannya bermanfaat, tetapi ditunda dengan boros. Baru pada awal tahun 2022 pemerintah menjauh dari posisinya bahwa ‘ekses’ kekerasan telah terjadi selama tahun-tahun dekolonisasi dan sekarang menerima ‘tanggung jawab penuh atas kegagalan kolektif otoritas politik, administratif, dan militer saat itu’.

menerima…

Kunci premium

Berlangganan dan baca langsung

Anda dapat membaca semua edisi dan artikel mulai dari €9,40 per bulan EW. Lihat langganan kami.

Kunci Premium

Ada yang salah

Kunci premium

Sesi Anda telah berakhir

Apakah Anda menginginkannya lagi?