
AP
berita NOS•
Jumat lalu, Fiott dan Kejaksaan Umum menggerebek kantor PAM International di Gouda.
Menurut perusahaan konstruksi, Departemen Kehakiman sedang melakukan “penyelidikan kemungkinan penyimpangan” di beberapa proyek BAM Internasional yang telah selesai. BAM tidak akan membuat pengumuman lebih lanjut tentang penyelidikan tersebut, tetapi mengatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan tersebut.
Pada tahun 2020, BAM mengumumkan niatnya untuk menghentikan operasi konstruksi internasional karena “kurangnya prospek positif”. Sekarang semua proyek telah selesai dan dikirimkan.
Koninklijke BAM International adalah perusahaan operasi asing dari perusahaan konstruksi BAM, yang hingga saat ini melaksanakan proyek konstruksi dan infrastruktur di Timur Tengah, Asia, Afrika, dan Amerika Utara dan Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, Unilever telah membangun jalan di Dubai, bandara di Tanzania, membangun terminal LNG di Panama dan terminal peti kemas di Kosta Rika, dan menyediakan kantor pusat Unilever di Indonesia.
Penggerebekan oleh Kejaksaan dan Fiod di pasar saham BAM mengakibatkan penurunan harga yang cukup signifikan. Saham BAM kehilangan lebih dari 15 persen menjadi dibuka pada 1,98 euro.

Surya Hidayat adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita terkini, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca mengikuti perkembangan isu-isu penting. Melalui pendekatan yang objektif dan berorientasi pada fakta, Surya menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kehidupan masyarakat dan kebutuhan informasi pembaca saat ini.

Berita Lainnya
Indonesia Aktifkan Kembali Desk Karhutla untuk Antisipasi Ancaman El Niño
Komunitas Adat di Indonesia Timur Hidupkan Kembali Sistem Perlindungan Laut Tradisional
Robot Mecha Berawak Pertama Siap Produksi Diperkenalkan di China