Gempa tersebut terjadi tepat sebelum pukul 07.30 waktu Belanda, dengan pusat gempa sekitar 10 kilometer di bawah kota Cianjur di Jawa Barat. Ini adalah 75 kilometer selatan ibukota. Gempa terjadi pada kedalaman sepuluh kilometer. Tidak ada kemungkinan tsunami, menurut Badan Meteorologi Indonesia.
Banyak dari korban tewas dihitung di sebuah rumah sakit di Cianjur. Ratusan korban luka yang dilaporkan juga telah dirawat di sana. Yang lainnya dirawat di jalan atau di tempat parkir rumah sakit.
Gubernur Provinsi Jawa Barat khawatir jumlah korban tewas akan terus bertambah. “Ratusan, mungkin ribuan bangunan rusak,” kata juru bicara pemerintah daerah di Cianjur. Di desa ini saja, lebih dari 1.770 rumah hancur dan 3.900 orang kehilangan tempat tinggal. Ini termasuk sekolah, rumah sakit, rumah dan toko. Menurut gubernur Jawa Barat, banyak orang terjebak di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Jadi kami perkirakan jumlah korban akan bertambah.
Gempa juga menyebabkan listrik padam. Pekerjaan penyelamatan terhambat oleh tidak dapat diaksesnya beberapa jalan akibat tanah longsor.

Tania Safitri adalah penulis di Balicitizen.com yang meliput berbagai topik, termasuk berita, politik, bisnis, teknologi, olahraga, hiburan, dan gaya hidup. Ia berfokus pada penyajian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami, sehingga pembaca dapat mengikuti perkembangan isu-isu terkini dengan lebih baik. Melalui pendekatan yang informatif dan berimbang, Tania menghadirkan laporan serta cerita yang relevan dengan kebutuhan dan minat pembaca, sekaligus membantu mereka memahami berbagai peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.

Berita Lainnya
Indonesia Perkuat Strategi Wisata Olahraga melalui Seri Lari Geopark 2026–2027
Produser Intan Kieflie Bawa Deretan Film Horor Indonesia ke Pasar Film Cannes
Australian Chamber Orchestra Akuisisi Viola Langka Maggini Tahun 1610